Olahan ikan laut kaya protein dan asam lemak omega-3 dikembangkan secara kreatif oleh tim ahli gizi STIKES Gorontalo sebagai formulasi makanan pendamping ASI untuk cegah stunting anak. Gorontalo yang memiliki wilayah perairan laut sangat luas menyimpan potensi tangkapan ikan segar seperti ikan cakalang, tongkol, dan kembung yang sangat melimpah harian. Peneliti kampus memanfaatkan keunggulan gizi ikan lokal ini untuk diolah menjadi tepung ikan dan biskuit gizi tinggi yang disukai oleh anak-anak balita. Langkah inovatif ini memadukan potensi kekayaan maritim lokal dengan penanganan masalah gizi anak daerah.
Proses pembuatan Makanan Pendamping ASI berbasis ikan laut ini dilakukan menggunakan teknologi pengeringan higienis untuk menghilangkan bau amis tanpa merusak kandungan nutrisi omega-3, zat besi, dan kalsium. Biskuit dan bubur Makanan Pendamping ASI yang dihasilkan kemudian diuji kandungan gizi serta tingkat daya sumpannya di laboratorium analisis pangan kampus STIKES Gorontalo. Hasil uji laboratorium membuktikan bahwa konsumsi olahan ikan secara teratur mampu mencukupi kebutuhan gizi harian balita pada masa emas pertumbuhannya. Formulasi pangan lokal ini terbukti efektif menaikkan berat badan balita secara konsisten.
Produk olahan ikan bergizi tinggi hasil riset kampus ini kemudian dibagikan secara gratis kepada ratusan ibu yang memiliki anak balita di berbagai Posyandu desa pembinaan. Tim mahasiswa dan dosen gizi memberikan peragaan cara memasak bubur Makanan Pendamping ASI sehat berbahan ikan laut segar bagi para ibu di rumah. Para ibu diajarkan variasi resep Makanan Pendamping ASI yang lezat, murah, dan higienis agar anak tidak merasa bosan dengan menu makanan harian mereka. Pelatihan kuliner gizi ini meningkatkan keterampilan masak para ibu rumah tangga secara nyata.
Penerapan program bantuan pangan lokal ini mendapat apresiasi yang sangat tinggi dari pemerintah daerah dan Dinas Perikanan Kabupaten Gorontalo. Pemerintah mendorong produksi massal biskuit dan tepung ikan olahan kampus untuk dijadikan paket bantuan gizi resmi bagi balita kurang gizi di seluruh wilayah Gorontalo. Kerja sama dengan UMKM olahan perikanan lokal juga dijalin untuk memproduksi Makanan Pendamping ASI ikan ini secara komersial dengan harga terjangkau bagi masyarakat umum. Sinergi ini menggerakkan roda ekonomi lokal sekaligus meningkatkan status gizi masyarakat.
Secara keseluruhan, terobosan pembuatan olahan ikan laut untuk Makanan Pendamping ASI balita yang diinisiasi STIKES Gorontalo sukses memberikan solusi konkret bagi penanganan stunting anak daerah pesisir. Anak-anak balita kini tumbuh lebih sehat, cerdas, dan memiliki daya tahan tubuh yang kuat berkat asupan gizi ikan lokal. Pihak perguruan tinggi berkomitmen untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk-produk pangan bergizi berbasis potensi bahari Nusantara. Langkah akademis ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam melahirkan generasi emas Indonesia yang bebas dari stunting.