Mengungkap Rahasia Angka Tekanan Darah: Sistolik dan Diastolik Itu Apa?

Di tahun 2025 ini, kesadaran akan kesehatan menjadi prioritas, dan salah satu aspek yang seringkali membingungkan adalah Angka Tekanan Darah. Saat Anda memeriksakan tekanan darah, Anda akan selalu mendapatkan dua angka, misalnya 120/80 mmHg. Kedua angka ini—sistolik dan diastolik—memiliki makna yang sangat penting dan merupakan indikator krusial bagi kesehatan jantung serta pembuluh darah Anda. Memahami perbedaan antara keduanya adalah kunci untuk menginterpretasikan hasil pemeriksaan dengan benar.

Tekanan Darah bagian atas, yang disebut tekanan sistolik, mewakili kekuatan tekanan darah di dalam arteri Anda ketika jantung berkontraksi atau memompa darah keluar menuju seluruh tubuh. Ini adalah momen ketika jantung bekerja paling keras, dan angka sistolik mencerminkan tekanan puncak yang dialami pembuluh darah. Sebagai contoh, jika hasil pembacaan Anda adalah 120/80 mmHg, angka 120 adalah tekanan sistolik Anda. Tekanan sistolik yang tinggi secara konsisten dapat menjadi indikasi adanya masalah pada pembuluh darah yang mengeras atau jantung yang bekerja terlalu keras.

Sementara itu, Angka Tekanan Darah bagian bawah, yang dikenal sebagai tekanan diastolik, menunjukkan kekuatan tekanan darah di dalam arteri saat jantung berelaksasi atau beristirahat di antara setiap detak. Pada fase ini, jantung sedang mengisi kembali darah untuk siklus pemompaan berikutnya, dan tekanan darah di arteri berada pada titik terendah. Melanjutkan contoh sebelumnya, angka 80 adalah tekanan diastolik Anda. Tekanan diastolik yang terus-menerus tinggi juga merupakan sinyal peringatan bahwa pembuluh darah Anda mungkin tidak sepenuhnya rileks, yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

Kisaran normal untuk Angka Tekanan Darah pada orang dewasa umumnya berada di bawah 120/80 mmHg. Jika angka sistolik berada di antara 120-129 dan diastolik di bawah 80, itu dikategorikan sebagai “elevated blood pressure” atau pra-hipertensi. Hipertensi stadium 1 dimulai pada 130-139 sistolik atau 80-89 diastolik. Penting untuk diingat bahwa hasil pengukuran bisa bervariasi tergantung waktu, aktivitas, dan kondisi tubuh. Oleh karena itu, rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia pada tanggal 14 Mei 2025 menyarankan pengukuran rutin, misalnya setiap hari Jumat pagi, untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat. Memahami kedua angka ini adalah langkah proaktif dalam menjaga kesehatan jantung Anda dan mendeteksi potensi masalah sejak dini.

Tulisan ini dipublikasikan di Edukasi, Kesehatan. Tandai permalink.