Mengigil Jadi Salah Satu Gejala Penyakit Malaria

Penyakit malaria merupakan salah satu penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan global, terutama di daerah tropis dan subtropis. Ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang terinfeksi parasit Plasmodium, malaria dapat menyebabkan gejala yang parah dan bahkan mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Salah satu gejala paling khas dan sering menjadi penanda awal penyakit malaria adalah demam yang disertai menggigil hebat.

Gejala klasik penyakit malaria biasanya muncul dalam siklus tertentu, seringkali dimulai dengan tahap menggigil. Penderita akan merasakan sensasi dingin yang ekstrem, diikuti dengan gemetar tak terkontrol, meskipun suhu tubuhnya sebenarnya sedang meningkat. Tahap menggigil ini bisa berlangsung selama 15 menit hingga satu jam, diikuti dengan tahap demam tinggi di mana suhu tubuh dapat mencapai 40°C atau lebih. Pada tahap ini, penderita akan merasa sangat panas, kulit memerah, dan seringkali mengalami sakit kepala hebat. Setelah beberapa jam, demam akan turun drastis, menyebabkan keringat berlebihan, dan penderita merasa sangat lelah. Siklus demam dan menggigil ini dapat berulang setiap 48 atau 72 jam, tergantung pada jenis parasit Plasmodium yang menginfeksi.

Selain demam dan menggigil, gejala lain dari penyakit malaria meliputi sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, diare, serta kelelahan ekstrem. Pada kasus yang parah, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah, malaria dapat berkembang menjadi malaria berat. Komplikasi malaria berat bisa mencakup anemia parah, gagal ginjal akut, masalah pernapasan, dan malaria serebral (malaria yang memengaruhi otak), yang berpotensi menyebabkan koma dan kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan medis darurat.

Pentingnya pengenalan dini gejala, terutama demam dan menggigil yang khas, sangat krusial untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Jika seseorang, terutama yang baru saja bepergian dari daerah endemik malaria, mengalami gejala-gejala ini, sangat disarankan untuk segera mencari pertolongan medis. Dokter akan melakukan tes darah untuk mendeteksi keberadaan parasit Plasmodium dan menentukan jenisnya. Pengobatan malaria harus dilakukan di bawah pengawasan medis dengan obat antimalaria yang tepat sesuai jenis parasit dan kondisi pasien. Pencegahan juga menjadi kunci, seperti menggunakan kelambu berinsektisida, lotion anti nyamuk, dan menghindari keluar rumah saat puncak aktivitas nyamuk (senja hingga pagi).

Tulisan ini dipublikasikan di Edukasi. Tandai permalink.