Lupus dapat menyerang ginjal, sebuah kondisi serius yang dikenal sebagai lupus nefritis. Ini ditandai dengan pembengkakan pada kaki, tangan, atau kelopak mata, serta urine berbusa. Jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat, lupus nefritis dapat menyebabkan gagal ginjal, sebuah komplikasi berat yang memerlukan dialisis atau transplantasi ginjal. Kondisi ini menyoroti pentingnya diagnosis dini dan penanganan agresif, agar tidak menyerang ginjal terlalu parah.
Ketika lupus menyerang ginjal, sistem kekebalan tubuh penderita secara keliru menyerang sel-sel sehat di ginjal. Peradangan ini merusak nefron, unit penyaring darah di ginjal, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyaring limbah dan cairan berlebih dari tubuh. Akibatnya, limbah menumpuk, dan protein dapat bocor ke dalam urine, yang menjadi tanda kerusakan ginjal yang signifikan.
Pembengkakan pada kaki, tangan, dan kelopak mata adalah gejala lupus nefritis yang umum. Ini terjadi karena ginjal tidak dapat menyaring cairan berlebih secara efektif, menyebabkan penumpukan cairan di jaringan tubuh. Pembengkakan ini, yang disebut edema, seringkali lebih terlihat di pagi hari pada kelopak mata dan semakin jelas di kaki dan tangan menjelang sore.
Urine berbusa juga merupakan tanda penting bahwa lupus telah menyerang ginjal. Busa yang muncul di urine disebabkan oleh tingginya kadar protein yang bocor dari ginjal yang rusak. Proteinuria adalah indikator utama kerusakan ginjal dan harus segera diperiksakan. Gejala lain yang mungkin menyertai adalah peningkatan tekanan darah dan kelelahan parah yang tidak kunjung membaik, yang merupakan gejala lupus lainnya.
Mengabaikan tanda-tanda lupus yang menyerang ginjal dapat berakibat fatal. Jika peradangan tidak dikendalikan, kerusakan ginjal bisa menjadi ireversibel dan berkembang menjadi gagal ginjal stadium akhir. Pada tahap ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal seumur hidup, baik melalui dialisis rutin atau transplantasi ginjal, yang keduanya sangat membebani biaya.
Diagnosis lupus nefritis melibatkan serangkaian tes, termasuk tes urine untuk memeriksa protein dan darah, tes darah untuk fungsi ginjal, dan biopsi ginjal. Biopsi adalah prosedur paling akurat untuk menentukan tingkat keparahan kerusakan ginjal dan jenis lupus nefritis, sehingga penanganan bisa disesuaikan dengan kondisi pasien, demi hasil yang lebih efektif.
Penanganan lupus nefritis berfokus pada menekan aktivitas sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan. Obat-obatan imunosupresan dosis tinggi dan kortikosteroid sering digunakan untuk mencapai remisi. Pemantauan rutin fungsi ginjal dan tekanan darah juga sangat penting untuk mencegah perburukan kondisi dan menjaga kesehatan organ, sehingga pasien bisa hidup lebih baik.