Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu faktor risiko utama penyebab penyakit jantung dan stroke yang banyak diderita masyarakat. Kampanye untuk Kurangi Garam Jaga tensi menjadi fokus utama tenaga kesehatan (nakes) di Gorontalo, mengingat pola konsumsi masyarakat lokal yang seringkali tinggi akan kandungan natrium dalam masakan sehari-hari. Edukasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bahwa perubahan kecil dalam bumbu dapur dapat memberikan dampak besar bagi kestabilan tekanan darah dan kesehatan pembuluh darah dalam jangka panjang.
Garam memang diperlukan oleh tubuh, namun konsumsi yang berlebihan akan menyebabkan penahanan cairan dalam pembuluh darah yang meningkatkan beban kerja jantung. Melalui gerakan Kurangi Garam Jaga kesehatan ini, nakes memberikan tips praktis bagi ibu rumah tangga untuk mengganti kelebihan garam dengan rempah-rempah alami seperti bawang putih, jahe, atau jeruk nipis untuk memperkuat rasa masakan. Masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam mengonsumsi makanan olahan dan ikan asin yang menjadi kegemaran banyak orang di wilayah pesisir, karena kadar natrium di dalamnya sangat tersembunyi namun mematikan.
Dalam setiap sesi pemeriksaan kesehatan di puskesmas, nakes rutin melakukan pengukuran tensi dan menjelaskan hasil angkanya kepada pasien. Program Kurangi Garam Jaga tensi ini menyasar kelompok usia produktif dan lansia yang sudah mulai menunjukkan gejala hipertensi ringan. Nakes menekankan bahwa hipertensi seringkali tidak menunjukkan gejala nyata hingga terjadi komplikasi, sehingga pengendalian asupan garam adalah langkah preventif yang paling murah dan efektif. Selain diet, warga juga didorong untuk tetap aktif bergerak secara fisik guna membantu kelancaran aliran darah ke seluruh tubuh.
Tantangan dalam mengubah pola makan memang tidak mudah karena berkaitan dengan kebiasaan lidah yang sudah terbentuk sejak lama. Namun, melalui pendekatan persuasif, nakes Gorontalo perlahan berhasil meyakinkan warga bahwa Kurangi Garam Jaga nyawa adalah pilihan hidup yang logis. Edukasi dilakukan melalui demonstrasi memasak sehat yang tetap lezat meskipun rendah garam. Dengan melibatkan tokoh masyarakat dan kader kesehatan, pesan ini lebih mudah diterima oleh warga di desa-desa. Kesadaran untuk hidup sehat harus tumbuh dari meja makan keluarga sendiri sebagai unit terkecil masyarakat.