Peran seorang ayah dalam masa menyusui sering kali dianggap sekunder, padahal dukungan emosional dan fisik dari suami adalah kunci utama keberhasilan pemberian ASI eksklusif bagi sang buah hati. Di Gorontalo, inisiatif unik muncul melalui program Kelas Ayah Hebat yang diselenggarakan oleh STIKES Gorontalo. Program ini secara khusus menargetkan para calon ayah dan ayah baru untuk mengikuti workshop praktis mengenai teknik pijat oksitosin. Pijatan ini bertujuan untuk merangsang hormon oksitosin pada ibu, yang secara klinis terbukti sangat efektif dalam memperlancar produksi ASI dan mengurangi stres ibu setelah melahirkan.
Dalam Kelas Ayah Hebat ini, para peserta diajarkan langkah-langkah pijat oksitosin yang benar oleh tenaga medis profesional. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkannya dengan alat peraga atau pasangan mereka sendiri. Teknik pijat oksitosin yang dilakukan di area tulang belakang ibu ini memberikan efek relaksasi yang luar biasa, membantu ibu merasa lebih tenang dan nyaman. Selain itu, workshop ini menjadi ajang bagi para ayah untuk saling berbagi pengalaman mengenai tantangan yang mereka hadapi dalam mendukung istri selama masa menyusui, menciptakan solidaritas antar-ayah yang sangat suportif.
Selain teknis pijatan, Kelas Ayah Hebat juga memberikan edukasi mendalam mengenai pentingnya nutrisi bagi ibu menyusui dan bagaimana ayah dapat berperan aktif dalam memastikan kebutuhan gizi istri terpenuhi. Mahasiswa STIKES Gorontalo menjelaskan bahwa ASI adalah nutrisi terbaik untuk bayi, dan dukungan ayah dalam memastikan ibu mendapatkan waktu istirahat yang cukup serta suasana hati yang bahagia akan sangat berpengaruh pada kelancaran aliran ASI. Program ini berhasil memecah persepsi tradisional bahwa mengurus bayi dan menyusui adalah tanggung jawab penuh seorang ibu.
Antusiasme peserta terhadap Kelas Ayah Hebat ini sangat tinggi. Banyak suami yang merasa lebih percaya diri dan memiliki peran nyata dalam proses perawatan bayi mereka. Edukasi yang diberikan secara santai namun informatif membuat para ayah lebih terbuka untuk terlibat dalam pola pengasuhan sejak dini. Mahasiswa juga memberikan tips praktis cara menghadapi ibu menyusui yang sedang mengalami baby blues atau stres kelelahan, yang sering menjadi kendala utama dalam pemberian ASI eksklusif.
Ke depan, STIKES Gorontalo berencana untuk mengembangkan Kelas Ayah Hebat ini menjadi kurikulum rutin bagi puskesmas di seluruh provinsi. Mereka berharap dapat menciptakan generasi ayah yang lebih peka dan terampil dalam pengasuhan bayi. Mari kita dukung inisiatif luar biasa ini. Peran ayah adalah pilar penting bagi kesehatan keluarga. Dengan ayah yang hebat dan terlibat aktif, kita sedang membangun fondasi keluarga yang kuat, bahagia, dan sehat melalui dukungan penuh pada masa menyusui yang krusial.