Program bertajuk Gorontalo Sehat kini sedang gencar dilakukan oleh para mahasiswa kesehatan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pesisir Sulawesi. Salah satu isu krusial yang diangkat adalah pentingnya mengonsumsi ikan sebagai sumber protein utama, namun dengan catatan harus bebas dari kontaminasi logam berat seperti merkuri. Sebagai daerah yang memiliki kekayaan laut melimpah sekaligus aktivitas pertambangan di beberapa wilayahnya, risiko paparan merkuri pada rantai makanan menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat Gorontalo.
Dalam kampanye Gorontalo Sehat, mahasiswa STIKES turun langsung ke pasar-pasar tradisional dan pemukiman nelayan untuk memberikan edukasi mengenai cara memilih ikan yang aman. Mereka menjelaskan bahwa merkuri biasanya terakumulasi pada ikan-ikan pemangsa besar yang berada di puncak rantai makanan. Melalui brosur dan diskusi terbuka, warga diajak untuk lebih memilih ikan lokal yang lebih kecil dan segar, yang secara alami memiliki risiko kontaminasi lebih rendah. Langkah ini diambil agar manfaat nutrisi dari ikan, seperti omega-3 dan protein tinggi, dapat terserap optimal oleh tubuh tanpa membawa zat beracun ke dalam sistem saraf manusia.
Inisiatif Gorontalo Sehat ini sangat relevan mengingat merkuri adalah zat yang sangat berbahaya, terutama bagi ibu hamil dan pertumbuhan otak anak-anak. Paparan jangka panjang dapat menyebabkan gangguan kognitif dan kerusakan organ dalam yang bersifat permanen. Mahasiswa menekankan bahwa kesehatan generasi masa depan Gorontalo sangat bergantung pada apa yang mereka konsumsi hari ini. Oleh karena itu, kesadaran nelayan dan pedagang untuk tidak menggunakan cara-cara penangkapan ikan yang merusak lingkungan juga menjadi bagian dari materi edukasi yang disampaikan dalam gerakan ini.
Selain edukasi mengenai ikan, Gorontalo Sehat juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan laut. Pencemaran laut akibat limbah industri dan rumah tangga secara tidak langsung akan merusak kualitas hasil laut yang menjadi tumpuan ekonomi dan kesehatan warga. Mahasiswa kesehatan mengajak kolaborasi lintas sektor agar pengawasan terhadap aktivitas yang berpotensi membuang limbah merkuri ke perairan dapat diperketat. Dengan lingkungan yang bersih, hasil laut akan lebih terjamin keamanannya, sehingga slogan masyarakat sehat dapat terwujud secara nyata bukan sekadar seremoni belaka.