Masalah kesehatan masyarakat di wilayah tropis sering kali berkaitan erat dengan sanitasi lingkungan dan kebersihan diri yang kurang terjaga. Fenomena Infeksi cacing tambang merupakan salah satu penyakit parasit yang paling merugikan karena dampaknya yang bersifat sistemik pada metabolisme manusia. Parasit ini masuk ke dalam tubuh melalui kulit, biasanya saat seseorang berjalan tanpa alas kaki di tanah yang terkontaminasi larva. Setelah menembus kulit, larva akan bermigrasi melalui aliran darah menuju paru-paru, naik ke tenggorokan untuk tertelan, dan akhirnya menetap di usus halus sebagai habitat utamanya untuk tumbuh dewasa dan berkembang biak secara masif.
Begitu mencapai usia dewasa, dampak dari Infeksi cacing tambang mulai terlihat pada kerusakan mekanis di dinding mukosa usus manusia. Cacing ini memiliki gigi atau lempeng pemotong yang digunakan untuk menempel dan menghisap darah inangnya secara terus-menerus. Akibatnya, penderita akan mengalami kehilangan darah kronis yang berujung pada anemia defisiensi besi yang sangat berat. Selain menghisap darah, kehadiran parasit ini juga mengganggu integritas vili usus, sehingga luas permukaan untuk menyerap sari makanan berkurang drastis. Hal ini menyebabkan protein, vitamin, dan mineral yang dikonsumsi tidak dapat dimanfaatkan oleh tubuh secara optimal untuk mendukung aktivitas seluler harian.
Di lingkungan Stikes Gorontalo, para mahasiswa nutrisi dan keperawatan mempelajari bahwa Infeksi cacing tambang adalah penyebab utama stunting atau kekerdilan pada anak-anak di daerah pedesaan. Anak yang terinfeksi akan terlihat pucat, lesu, dan mengalami penurunan fungsi kognitif karena otak tidak mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi yang cukup dari darah. Mahasiswa dilatih untuk melakukan pemeriksaan feses secara mikroskopis guna menemukan telur cacing sebagai dasar diagnosa pasti sebelum memberikan terapi obat cacing. Edukasi mengenai penggunaan alas kaki dan pembangunan jamban yang sehat menjadi garda terdepan dalam memutus rantai penularan parasit berbahaya ini di tengah masyarakat.
Penanganan medis terhadap Infeksi cacing tambang melibatkan pemberian obat antelmintik seperti albendazole atau mebendazole yang efektif mematikan parasit di dalam saluran cerna. Namun, pengobatan saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan perbaikan status gizi melalui pemberian suplemen zat besi dan diet tinggi protein. Tubuh memerlukan bahan baku yang cukup untuk memperbaiki kerusakan jaringan usus dan memproduksi sel darah merah baru yang telah hilang. Sinergi antara intervensi medis dan perbaikan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) sangat menentukan keberhasilan pemulihan kesehatan pasien secara total dan mencegah terjadinya infeksi berulang di masa mendatang.